سُوْرَةُ الْوَاقِعَةِ
3. Surat Al-Waqi'ah
QS. Al-Waqi'ah (56)
-
بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ
Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang.
-
اِذَا وَقَعَتِ الْوَاقِعَةُۙ
Apabila terjadi hari Kiamat (yang pasti terjadi),
-
لَيْسَ لِوَقْعَتِهَا كَاذِبَةٌ ۘ
tidak ada seorang pun yang (dapat) mendustakan terjadinya.
-
خَافِضَةٌ رَّافِعَةٌ
(Kejadian itu) merendahkan (satu golongan) dan meninggikan (golongan yang lain).
-
اِذَا رُجَّتِ الْاَرْضُ رَجًّاۙ
Apabila bumi diguncangkan sedahsyat-dahsyatnya
-
وَّبُسَّتِ الْجِبَالُ بَسًّاۙ
dan gunung-gunung dihancurkan sehancur-hancurnya,
-
فَكَانَتْ هَبَاۤءً مُّنْۢبَثًّاۙ
jadilah ia debu yang beterbangan.
-
وَّكُنْتُمْ اَزْوَاجًا ثَلٰثَةً ۗ
Kamu menjadi tiga golongan,
-
فَاَصْحٰبُ الْمَيْمَنَةِ ەۙ مَآ اَصْحٰبُ الْمَيْمَنَةِ ۗ
yaitu golongan kanan, alangkah mulianya golongan kanan itu
-
وَاَصْحٰبُ الْمَشْـَٔمَةِ ەۙ مَآ اَصْحٰبُ الْمَشْـَٔمَةِ ۗ
dan golongan kiri, alangkah sengsaranya golongan kiri itu.
-
وَالسّٰبِقُوْنَ السّٰبِقُوْنَۙ
Selain itu, (golongan ketiga adalah) orang-orang yang paling dahulu (beriman). Merekalah yang paling dahulu (masuk surga).
-
اُولٰۤىِٕكَ الْمُقَرَّبُوْنَۚ
Mereka itulah orang-orang yang didekatkan (kepada Allah).
-
فِيْ جَنّٰتِ النَّعِيْمِ
(Mereka) berada dalam surga (yang penuh) kenikmatan.
-
ثُلَّةٌ مِّنَ الْاَوَّلِيْنَۙ
(Mereka adalah) segolongan besar dari orang-orang yang terdahulu
-
وَقَلِيْلٌ مِّنَ الْاٰخِرِيْنَۗ
dan sedikit dari orang-orang yang (datang) kemudian.
-
عَلٰى سُرُرٍ مَّوْضُوْنَةٍۙ
(Mereka berada) di atas dipan-dipan yang bertatahkan emas dan permata
-
مُّتَّكِـِٕيْنَ عَلَيْهَا مُتَقٰبِلِيْنَ
seraya bersandar di atasnya saling berhadapan.
-
يَطُوْفُ عَلَيْهِمْ وِلْدَانٌ مُّخَلَّدُوْنَۙ
Mereka dikelilingi oleh anak-anak yang selalu muda
-
بِاَكْوَابٍ وَّاَبَارِيْقَۙ وَكَأْسٍ مِّنْ مَّعِيْنٍۙ
dengan (membawa) gelas, kendi, dan seloki (berisi minuman yang diambil) dari sumber yang mengalir.
-
لَّا يُصَدَّعُوْنَ عَنْهَا وَلَا يُنْزِفُوْنَۙ
Mereka tidak pening karenanya dan tidak pula mabuk.
-
وَفَاكِهَةٍ مِّمَّا يَتَخَيَّرُوْنَۙ
(Mereka menyuguhkan pula) buah-buahan yang mereka pilih
-
وَلَحْمِ طَيْرٍ مِّمَّا يَشْتَهُوْنَۗ
dan daging burung yang mereka sukai.
-
وَحُوْرٌ عِيْنٌۙ
Ada bidadari yang bermata indah
-
كَاَمْثَالِ اللُّؤْلُؤِ الْمَكْنُوْنِۚ
laksana mutiara yang tersimpan dengan baik
-
جَزَاۤءًۢ بِمَا كَانُوْا يَعْمَلُوْنَ
sebagai balasan atas apa yang selama ini mereka kerjakan.
-
لَا يَسْمَعُوْنَ فِيْهَا لَغْوًا وَّلَا تَأْثِيْمًاۙ
Di sana mereka tidak mendengar percakapan yang sia-sia dan tidak (pula) percakapan yang menimbulkan dosa,
-
اِلَّا قِيْلًا سَلٰمًا سَلٰمًا
kecuali (yang mereka dengar hanyalah) ucapan, “Salam… salam.”
-
وَاَصْحٰبُ الْيَمِيْنِ ەۙ مَآ اَصْحٰبُ الْيَمِيْنِۗ
Golongan kanan, alangkah mulianya golongan kanan itu.
-
فِيْ سِدْرٍ مَّخْضُوْدٍۙ
(Mereka) berada di antara pohon bidara yang tidak berduri,
-
وَّطَلْحٍ مَّنْضُوْدٍۙ
pohon pisang yang (buahnya) bersusun-susun,
-
وَّظِلٍّ مَّمْدُوْدٍۙ
naungan yang terbentang luas,
-
وَّمَاۤءٍ مَّسْكُوْبٍۙ
air yang tercurah,
-
وَّفَاكِهَةٍ كَثِيْرَةٍۙ
buah-buahan yang banyak
-
لَّا مَقْطُوْعَةٍ وَّلَا مَمْنُوْعَةٍۙ
yang tidak berhenti berbuah dan tidak terlarang memetiknya,
-
وَّفُرُشٍ مَّرْفُوْعَةٍۗ
dan kasur-kasur yang tebal lagi empuk.
-
اِنَّآ اَنْشَأْنٰهُنَّ اِنْشَاۤءًۙ
Sesungguhnya Kami menciptakan mereka (bidadari itu) secara langsung,
-
فَجَعَلْنٰهُنَّ اَبْكَارًاۙ
lalu Kami jadikan mereka perawan-perawan
-
عُرُبًا اَتْرَابًاۙ
yang penuh cinta (lagi) sebaya umurnya,
-
لِّاَصْحٰبِ الْيَمِيْنِۗ
(diperuntukkan)bagi golongan kanan,
-
ثُلَّةٌ مِّنَ الْاَوَّلِيْنَۙ
(yaitu) segolongan besar dari orang-orang yang terdahulu
-
وَثُلَّةٌ مِّنَ الْاٰخِرِيْنَۗ ࣖ
dan segolongan besar (pula) dari orang-orang yang kemudian.
-
وَاَصْحٰبُ الشِّمَالِ ەۙ مَآ اَصْحٰبُ الشِّمَالِۗ
Golongan kiri, alangkah sengsaranya golongan kiri itu.
-
فِيْ سَمُوْمٍ وَّحَمِيْمٍۙ
(Mereka berada) dalam siksaan angin yang sangat panas, air yang mendidih,
-
وَّظِلٍّ مِّنْ يَّحْمُوْمٍۙ
dan naungan asap hitam
-
لَّا بَارِدٍ وَّلَا كَرِيْمٍ
yang tidak sejuk dan tidak menyenangkan.
-
اِنَّهُمْ كَانُوْا قَبْلَ ذٰلِكَ مُتْرَفِيْنَۚ
Sesungguhnya mereka sebelum ituhidup bermewah-mewah.
-
وَكَانُوْا يُصِرُّوْنَ عَلَى الْحِنْثِ الْعَظِيْمِۚ
Mereka terus-menerus mengerjakan dosa yang besar.
-
وَكَانُوْا يَقُوْلُوْنَ ەۙ اَىِٕذَا مِتْنَا وَكُنَّا تُرَابًا وَّعِظَامًا ءَاِنَّا لَمَبْعُوْثُوْنَۙ
Mereka berkata, “Apabila kami telahmati menjadi tanah dan tulang-belulang,apakah kami benar-benar akan dibangkitkan (kembali)?
-
اَوَاٰبَاۤؤُنَا الْاَوَّلُوْنَ
Apakah nenek moyang kami yang terdahulu (akan dibangkitkan pula)?”
-
قُلْ اِنَّ الْاَوَّلِيْنَ وَالْاٰخِرِيْنَۙ
Katakanlah (Nabi Muhammad), “Sesungguhnya orang-orang yang terdahulu dan yang kemudian
-
لَمَجْمُوْعُوْنَۙ اِلٰى مِيْقَاتِ يَوْمٍ مَّعْلُوْمٍ
benar-benar akan dikumpulkan pada waktu tertentu, yaitu hari yang sudah diketahui.
-
ثُمَّ اِنَّكُمْ اَيُّهَا الضَّاۤ لُّوْنَ الْمُكَذِّبُوْنَۙ
Kemudian, sesungguhnya kamu, wahai orang-orang sesat lagi pendusta,
-
لَاٰكِلُوْنَ مِنْ شَجَرٍ مِّنْ زَقُّوْمٍۙ
pasti akan memakan pohon zaqum.
-
فَمَالِـُٔوْنَ مِنْهَا الْبُطُوْنَۚ
Lalu, kamu akan memenuhi perut-perutmu dengannya.
-
فَشٰرِبُوْنَ عَلَيْهِ مِنَ الْحَمِيْمِۚ
Setelah itu, untuk penawarnya (zaqum) kamu akan meminum air yang sangat panas.
-
فَشٰرِبُوْنَ شُرْبَ الْهِيْمِۗ
Maka, kamu minum bagaikan unta yang sangat haus.
-
هٰذَا نُزُلُهُمْ يَوْمَ الدِّيْنِۗ
Inilah hidangan (untuk) mereka pada hari Pembalasan.”
-
نَحْنُ خَلَقْنٰكُمْ فَلَوْلَا تُصَدِّقُوْنَ
Kami telah menciptakanmu. Mengapa kamu tidak membenarkan (hari Kebangkitan)?
-
اَفَرَءَيْتُمْ مَّا تُمْنُوْنَۗ
Apakah kamu memperhatikan apa yang kamu pancarkan (sperma)?
-
ءَاَنْتُمْ تَخْلُقُوْنَهٗٓ اَمْ نَحْنُ الْخٰلِقُوْنَ
Apakah kamu yang menciptakannya atau Kami Penciptanya?
-
نَحْنُ قَدَّرْنَا بَيْنَكُمُ الْمَوْتَ وَمَا نَحْنُ بِمَسْبُوْقِيْنَۙ
Kami telah menentukan kematian di antara kamu dan Kami tidak lemah
-
عَلٰٓى اَنْ نُّبَدِّلَ اَمْثَالَكُمْ وَنُنْشِئَكُمْ فِيْ مَا لَا تَعْلَمُوْنَ
untuk mengubah bentukmu (di hari Kiamat) dan menciptakanmu kelak dalam keadaan yang tidak kamu ketahui.
-
وَلَقَدْ عَلِمْتُمُ النَّشْاَةَ الْاُوْلٰى فَلَوْلَا تَذَكَّرُوْنَ
Sungguh, kamu benar-benar telah mengetahui penciptaan yang pertama. Mengapa kamu tidak mengambil pelajaran?
-
اَفَرَءَيْتُمْ مَّا تَحْرُثُوْنَۗ
Apakah kamu memperhatikan benih yang kamu tanam?
-
ءَاَنْتُمْ تَزْرَعُوْنَهٗٓ اَمْ نَحْنُ الزّٰرِعُوْنَ
Apakah kamu yang menumbuhkannya atau Kami yang menumbuhkan?
-
لَوْ نَشَاۤءُ لَجَعَلْنٰهُ حُطَامًا فَظَلْتُمْ تَفَكَّهُوْنَۙ
Seandainya Kami berkehendak, Kami benar-benar menjadikannya hancur sehingga kamu menjadi heran tercengang,
-
اِنَّا لَمُغْرَمُوْنَۙ
(sambil berkata,) “Sesungguhnya kami benar-benar menderita kerugian.
-
بَلْ نَحْنُ مَحْرُوْمُوْنَ
Bahkan, kami tidak mendapat hasil apa pun.”
-
اَفَرَءَيْتُمُ الْمَاۤءَ الَّذِيْ تَشْرَبُوْنَۗ
Apakah kamu memperhatikan air yang kamu minum?
-
ءَاَنْتُمْ اَنْزَلْتُمُوْهُ مِنَ الْمُزْنِ اَمْ نَحْنُ الْمُنْزِلُوْنَ
Apakah kamu yang menurunkannya dari awan atau Kami yang menurunkan?
-
لَوْ نَشَاۤءُ جَعَلْنٰهُ اُجَاجًا فَلَوْلَا تَشْكُرُوْنَ
Seandainya Kami berkehendak, Kami menjadikannya asin. Mengapa kamu tidak bersyukur?
-
اَفَرَءَيْتُمُ النَّارَ الَّتِيْ تُوْرُوْنَۗ
Apakah kamu memperhatikan api yang kamu nyalakan?
-
ءَاَنْتُمْ اَنْشَأْتُمْ شَجَرَتَهَآ اَمْ نَحْنُ الْمُنْشِـُٔوْنَ
Apakah kamu yang menumbuhkan kayunya atau Kami yang menumbuhkan?
-
نَحْنُ جَعَلْنٰهَا تَذْكِرَةً وَّمَتَاعًا لِّلْمُقْوِيْنَۚ
Kami menjadikannya (api itu) sebagai peringatan dan manfaat bagi para musafir.
-
فَسَبِّحْ بِاسْمِ رَبِّكَ الْعَظِيْمِ ࣖ
Maka, bertasbihlah dengan (menyebut) nama Tuhanmu Yang Maha Agung.
-
۞ فَلَآ اُقْسِمُ بِمَوٰقِعِ النُّجُوْمِ
Aku bersumpah demi tempat beredarnya bintang-bintang.
-
وَاِنَّهٗ لَقَسَمٌ لَّوْ تَعْلَمُوْنَ عَظِيْمٌۙ
Sesungguhnya itu benar-benar sumpah yang sangat besar seandainya kamu mengetahui.
-
اِنَّهٗ لَقُرْاٰنٌ كَرِيْمٌۙ
Sesungguhnya ia benar-benar Al-Qur’an yang sangat mulia,
-
فِيْ كِتٰبٍ مَّكْنُوْنٍۙ
dalam Kitab yang terpelihara.
-
لَّا يَمَسُّهٗٓ اِلَّا الْمُطَهَّرُوْنَۗ
Tidak ada yang menyentuhnya, kecuali para hamba (Allah) yang disucikan.
-
تَنْزِيْلٌ مِّنْ رَّبِّ الْعٰلَمِيْنَ
(Al-Qur’an) diturunkan dari Tuhan seluruh alam.
-
اَفَبِهٰذَا الْحَدِيْثِ اَنْتُمْ مُّدْهِنُوْنَۙ
Apakah kamu menganggap remeh berita ini (Al-Qur’an)
-
وَتَجْعَلُوْنَ رِزْقَكُمْ اَنَّكُمْ تُكَذِّبُوْنَ
dan kamu menjadikan rezeki yang kamu terima (dari Allah) justru untuk mendustakan (Al-Qur’an)?
-
فَلَوْلَآ اِذَا بَلَغَتِ الْحُلْقُوْمَۙ
Kalau begitu, mengapa (kamu) tidak (menahan nyawa) ketika telah sampai di kerongkongan,
-
وَاَنْتُمْ حِيْنَىِٕذٍ تَنْظُرُوْنَۙ
padahal kamu ketika itu melihat (orang yang sedang sekarat)?
-
وَنَحْنُ اَقْرَبُ اِلَيْهِ مِنْكُمْ وَلٰكِنْ لَّا تُبْصِرُوْنَ
Kami lebih dekat kepadanya (orang yang sedang sekarat) daripada kamu, tetapi kamu tidak melihat.
-
فَلَوْلَآ اِنْ كُنْتُمْ غَيْرَ مَدِيْنِيْنَۙ
Maka, mengapa jika kamu tidak diberi balasan,
-
تَرْجِعُوْنَهَآ اِنْ كُنْتُمْ صٰدِقِيْنَ
kamu tidak mengembalikannya (nyawa itu) jika kamu orang-orang yang benar?
-
فَاَمَّآ اِنْ كَانَ مِنَ الْمُقَرَّبِيْنَۙ
Jika dia (orang yang mati) itu termasuk yang didekatkan (kepada Allah),
-
فَرَوْحٌ وَّرَيْحَانٌ ەۙ وَّجَنَّتُ نَعِيْمٍ
dia memperoleh ketenteraman, rezeki, dan surga (yang penuh) kenikmatan.
-
وَاَمَّآ اِنْ كَانَ مِنْ اَصْحٰبِ الْيَمِيْنِۙ
Jika dia (termasuk) golongan kanan,
-
فَسَلٰمٌ لَّكَ مِنْ اَصْحٰبِ الْيَمِيْنِۗ
“Salam bagimu” dari (sahabatmu,) golongan kanan.
-
وَاَمَّآ اِنْ كَانَ مِنَ الْمُكَذِّبِيْنَ الضَّاۤلِّيْنَۙ
Jika dia termasuk golongan para pendusta lagi sesat,
-
فَنُزُلٌ مِّنْ حَمِيْمٍۙ
jamuannya berupa air mendidih
-
وَّتَصْلِيَةُ جَحِيْمٍ
dan dibakar oleh (neraka) Jahim.
-
اِنَّ هٰذَا لَهُوَ حَقُّ الْيَقِيْنِۚ
Sesungguhnya ini benar-benar merupakan hakulyakin.
-
فَسَبِّحْ بِاسْمِ رَبِّكَ الْعَظِيْمِ ࣖ
Maka, bertasbihlah dengan (menyebut) nama Tuhanmu Yang Maha Agung.